Tangisan Rembulan
(Rian Yulianto)
 
Rembulan
Tidakkah kau bisa bersinar
Sinarmu menerangi malam 
Menembus awan hitam nan gulita
Sendiri kau di sana 
Berada di antara bintang-bintang yang menghiasi sekitarmu

Oh Rembulan,
Cahayamu meredup dan semakin meredup
Bak menghilang
Di mana kau saat ini
Orang-orang menantimu
Muncullah kembali untuk menerangi
Terangi senja di hari esok, lusa dan selamanya

Rembulan 
Mengapa kau menangis
Sementara kau harus riang dan tersenyum
Menghibur hati yang kalut
Tak berani ku mendekatimu saat ini
Rembulan
Orang-orang disekitarmu merindukanmu
Kembalilah ceria 
Agar dunia terasa surga

(Surakarta, 12 Maret 2015)
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model Penelitian Tasawuf (Telaah Buku Ibnu Arabi : Wahdat Al-Wujud Dalam Perdebatan oleh DR. Kautsar Azhari Noor)