TENTUKAN PASSION MU MULAI SEKARANG

Tulisan ini bukan ilmiah karena penulis bukan berposisi sebagai peneliti, bukan juga motivasi karena penulis bukan seorang motivator, bukan pula fiksi karena penulis bukan sastrawan hebat, apalagi stand up comedy, saya sama sekali tidak bisa ngelawak layaknya Sule yang sering mengeluarkan banyolannya atau Joe P. Project yang seringnya (krik-krik kayak jangkrik). Krik krik krik......500x. Hanya share lewat coretan mengenai pengalaman pribadi tentang pencarian jati diri atau dari pengamatan yang terjadi di sekitar penulis. Segala hal terkait penokohan dan lain sebagainya tidak ada karena penulis bukanlah aktor sekelas Vino G Bastian atau Tora Sudiro atau bahkan Abimana (Tokoh yang hampir menyamai trio warkop).
Bicara mengenai passion, apa sih itu? hanya sebuah kata yang sangat tidak bermakna. Kenapa tidak bermakna? Ya, karena memang kita tidak memaknainya. Atau bahkan sesuatu yang tidak berasa, karena passion  bukanlah bumbu penyedap rasa. Maka dari itu, saya mengajak untuk memaknainya.
Passion. Emmmmmm.... waktu kecil saya sering diperintah oleh ibu untuk membeli sesuatu di warung, minyak petrolium misalnya (1 Liter 500 Rupiah), tapi ini bukan menyangkut harga lho ya, sekali lagi ini mengenai passion. Ayo kamu dimana? O iya dinggg,,, belum mbahas passion malah sudah nanya aja.
Aduh inspirasi saya kok hilang ya, apa saya memang tidak punya passion  buat menulis. Aha.... begini, kamu pernah tidak mencoba menggali apa kemampuanmu? Saya punya sahabat sejak awal semester pas kuliah di kampus ternama di Solo (ternama karena saya bangga) dan sekarang temanku itu memasuki semester 13, namun dia pandai dalam hal photography, tidak saya sebutkan namanya karena takut nanti saya dikamplengi. Lanjut, benar dia anaknya cerdas teori dah terselesaikan sejak semester 7, dia yang belum diwisuda malah sudah menemukan passionnya.
Ada lagi teman saya yang berkuliah di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, coba tebak yang namanya kuliah jurusan pendidikan pasti jadi apa kalau sudah lulus nanti? Iya benar menjadi guru atau membuka bimbingan belajar bagi siswa yang kurang dalam hal pemahaman pelajaran di sekolah. Namun jawaban itu salah, dia sekarang punya biro wisata yang lumayan melejit kariernya, dia sudah berani memutuskan menikah dan sekarang sudah punya satu anak. Sungguh tidak terduga dia menemukan passion yang out of the box, dia tidak mau terpenjara dengan keharusan alumni jurusan pendidikan menjadi seorang guru.
Ada lagi teman yang dulu satu kelas dan satu jurusan, sekarang dia menjadi salah satu ulama muda di suatu tempat, dan bahkan menjadi kepala madrasah di sebuah lembaga pendidikan swasta. Yah, dia hebat karena temuan passion nya berada di tempat yang sesuai dengan kuliah yang ditempuhnya dulu.betapa bahagia dan bangganya bapak ibu dosen yang mengampu dan membimbingnya dulu, dia mau serius menggagas dunia pendidikan.
Sebenarnya masih buanyak sih teman yang sekarang sudah bekerja sesuai dengan bidang dan passionnya. Namun tidak bisa saya sebut satu per satu, alasannya jelas karena saya dulu pas kuliah punya banyak teman. Dan harap maklum. Cieeeee.... banyak teman.... jodohnya kapan jan jan..... maaf ya teman-teman yang saya singgung di sini tanpa ijin dan bahkan tanpa royalti.
Saiki serius sik ges, dipikir sing jero. Passion itu hanyalah bahasa yang sok tinggi ya intinya, passion  itu adalah sebuah tempat di mana kamu nyaman di dalamnya. Orang yang bekerja sesuai Passion bukanlah dia yang berpenghasilan tinggi, naiknya mobil mewah, punya rumah dll. Kalau dalam bahasa saya sendiri passion  itu lebih kepada kegemaran dan apabila dia melakukan dia akan melakukannya dengan senang hati tanpa paksaan. Hubungannya dengan kuliah adalah ya intinya kuliah itu tholabul ‘ilmi, kalau dapat pekerjaan sesuai jurusan yang diambil waktu kuliah ya itu memang rejeki baginya, namun kalau tidak mungkin kamu belum bertemu dengan passion yang kamu inginkan. Ayo terus gali apa kemampuanmu, kenyamananmu ketika bekerja entah berapa pun hasilnya, toh hasil banyak itu hanyalah bonus.

Jangan sampai ragu dengan keyakinanmu, raih mimpimu, gunakan imajinasimu, kreativitasmu. Yang jelas motivasi bagi kita adalah MAN JADDA WAJADA, sapa tememen bakal tinemu. Wassalam......

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model Penelitian Tasawuf (Telaah Buku Ibnu Arabi : Wahdat Al-Wujud Dalam Perdebatan oleh DR. Kautsar Azhari Noor)